MALANG—2 Kelompok Tani Hutan (KTH) di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, sambut gayung sosialisasi dan penyerahan bibit Sacha Inchi dari Asosiasi Sacha Inchi, Kamis (21/3/2025) malam.
2 kelompok tani itu adalah KTH Wonosantri Abadi dan KTH Wonosoborejo, yang masing-masing kelompok memiliki anggota dan pengelolan hutan yang cukup luas di Kecamatan Singosari.
Dalam kesempatan tersebut, hadir Sekretaris Jenderal Asosiasi Sacha Inchi, Bambang Leman yang sekaligus melakukan sosialiasasi tentang tanaman yang memiliki banyak kandungan didalamnya.
Melalui penyampaiannya, Cak Leman, sapaannya, menyampaikan sejarah masuknya Sacha Inchi yang baru dimulai pada tahun 2006 di Indonesia.
”Sebelumnya, Sacha Inchi sudah menjadi konsumsi biasa bagi warga China sebagai bahan makanan yang beraneka ragam dalam kandungannya. Sacha Inchi, sebenarnya berasal dari hutan tropis di Amrerika Latin, sedangkan China kemudian mampu menjadikan Sacha Inchi sebagai salah satu tumbuhan yang memiliki banyak manfaat dan kemudian disebarkan ke Vietnam, Malaysia, dan baru kemudian di Indonesia,” ungkapnya di depan audien yang terdiri dari beberapa komunitas, seperti pegiat desa, pendamping desa Kabupaten Malang, anggota organisasi masyarakat Nahdlatul Ulama, dan beberapa anggota dari berbagai komunitas lainnya.
Jika ditanya mengapa Sacha Inchi? Masih menurut Cak Leman, bahwa Sacha Inchi merupakan jenis tanaman yang sangat minim perawatan. Sekali tanam, setiap minggu bisa dipanen sampai usia pohon 30-40 tahun. Sacha Inchi juga dapat ditanam di semua jenis lahan; tahan pada kondisi lahan kering atau musim kemarau; dan tidak perlu sering disiram harian juga sangat sesuai sebagai tanaman pembenah tanah pasca eksplorasi, pembentuk unsur hara dan pencegah longsor.
”Nah, pada bagian akhir ini, akar Sacha Inchi menjulur ke bawah, tidak kesamping yang tentunya sangat potensial sekali untuk menjadi salah satu tanaman yang dapat mencegah longsornya hutan,” terangnya.
Ribuan Manfaat Sacha Inchi
Sementara itu, Gus Abdul Latif, Ketua Asosiasi Sacha Inchi, menyampaikan, Sacha Inchi atau juga disebut kacang bintang merupakan tumbuhan yang dikenal kandungan nutrisinya yang melimpah.
“Sebab, biji Sacha Inchi kaya dengan nutrisi penting seperti Omega-3, Omega-6, Omega 9, Protein, Serat dan Vitamin E serta berbagai nutrisi esensial lainnya,” terangnya.
Karenanya, lanjut Gus Latif, Sacha Inchi ini jika diselaraskan dengan program nasional yaitu ketahanan pangan, zero stunting dan pangan sehat yang digagas dan sedang digalakkan oleh presiden Prabowo Subianto, tentulah sangat potensial.
“Apalagi dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, utamannya pencegahan stunting, kandungan kaya Omega 3, 6, 9 dan protein tinggi pada Sacha Inchi ini sudah lengkap tentunya,” tambahnya.
Lebih lanjut, dari sisi aspek ekonomi, Sacha Inchi memiliki kelebihan yang cukup banyak. Diantaranya adalah Sacha Inchi memiliki nilai ekonomis yang tinggi; sangat mudah dibudidayakan, berbuah tanpa musim dan dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti minyak tak jenuh ganda yang berpotensi sebagai pengganti minyak ikan salmon dan minyak zaitun, snack, biskuit, susu, minuman sehat, Kue, beras cetak, selai, kosmetik dan ratusan produk turunan lainnya.
Tanggapan KTH Wonosantri Abadi dan KTH Wonosoborejo
Dengan penyerahan bibit Sacha Inchi dan sosialisasi dari Asosiasi Sacha Inchi, Fatkhul Ulum, Ketua KTH Wonosantri Abadi menerima bibit tersebut dan akan segera menindaklanjuti ikhtiar baik ini.
Menurut Gus Ulum, sapaan karib Fatkhul Ulum, ia sangat mengapresiasi atas kehadiran Asosiasi Sacha Inchi untuk mengenalkan tanaman yang memiliki banyak kandungan, namun minim dari kalangan petani yang mengetahui ini.
“Apalagi yang memperkenalkan adalah sesama santri, tentu hal ini menjadi nilai plus untuk terus melebarkan sayap kebaikan. Insyaallah kami akan siap berikhtiar untuk Sacha Inchi ini,” ungkapnya.
Sebagai informasi, pada jeda sebulan sebelumnya, Asosiasi Sacha Inchi juga memberikan ribuan bibi Sacha Inchi untuk sejumlah kelompok tani di Kota Batu. Berlokasi di Pondok Pesantren Alam Nusantara 129 Kota Batu, para petani dari beberapa kecamatan turut hadir dalam kegiatan yang serupa. (redaksi)
Leave a Reply