MALANG—Belum lama ini Asosiasi Sacha Inchi melakukan sosialiasi dan pemberian bibit tanaman yang berasal dari Amerika Latin itu, kepada beberapa kelompok tani di Kota Batu dan di Kabupaten Malang.
Pada bulan Februari, Asosiasi Sacha Inchi hadir di Pondok Pesantren Alam Nusantara 129 Kota Batu yang dihadiri sejumlah kelompok tani dari beberapa Kecamatan di Kota Batu dan Kabupaten Malang.
Pada Kamis (20/3/2025) kemarin, Asosiasi Sacha Inchi tandang ke Kecamatan Singosari dan Kecamatan Jabung untuk melakukan sosialisasi dan pemberian bibit kepada sejumlah kelompok tani.
Dalam hal ini Winartono, M.I.Kom., Koordinator Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Malang, yang turut hadir di Kecamatan Singosari dan Kecamatan Jabung, menyambut positif kegiatan tersebut.
Bahkan, menurutnya, agenda dor to dor semacam inilah yang sebenarnya juga menjadi salah satu tugas pendamping desa untuk mengawal program ketahanan pangan di setiap desa dampingannya.
”Belum lagi membahas tentang Sacha Inchi yang tentu memiliki nilai manfaat jangka panjang bagi program ketahanan pangan secara nasional. Sacha Inchi bisa jadi nafas panjang bagi program ketahanan pangan itu sendiri,” tuturnya.
Secara kandungan pada Sacha Inchi, lanjutnya, tentu memiliki banyak kemanfaatan yang dapat dirasakan warga. Belum lagi bicara nilai ekonomi dan dampak bagi lingkungan kala Sacha Inchi ini menjadi komoditas baru bagi petani di Malang ini.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Asosiasi Sacha Inchi, Bambang Leman yang melakukan sosialiasi, mengungkapkan manfaat Sacha Inchi dari berbagai aspek.
Menurutnya, Sacha Inchi merupakan jenis tanaman yang sangat minim perawatan. Sekali tanam, setiap minggu bisa dipanen sampai usia pohon 30-40 tahun. Sacha Inchi juga dapat ditanam di semua jenis lahan; tahan pada kondisi lahan kering atau musim kemarau; dan tidak perlu sering disiram harian juga sangat sesuai sebagai tanaman pembenah tanah pasca eksplorasi, pembentuk unsur hara dan pencegah longsor.
”Nah, pada bagian akhir ini, akar Sacha Inchi menjulur ke bawah, tidak kesamping yang tentunya sangat potensial sekali untuk menjadi salah satu tanaman yang dapat mencegah longsornya hutan,” di kediaman Gus Abdul Wahab sebagai salah satu anggota aktif di Kelompok Tani Hutan (KTH) Wonosantri Abadi, Kecamatan Singosari; dan di Pondok Pesantren Zawiya asuhan Gus Syifa, Kecamatan Jabung.
Sementara itu, melengkapi penyampaian Bambang Leman, Gus Abdul Latif, Ketua Asosiasi Sacha Inchi, menyampaikan, Sacha Inchi atau juga disebut kacang bintang merupakan tumbuhan yang dikenal kandungan nutrisinya yang melimpah.
“Sebab, biji Sacha Inchi kaya dengan nutrisi penting seperti Omega-3, Omega-6, Omega 9, Protein, Serat dan Vitamin E serta berbagai nutrisi esensial lainnya,” terangnya.
Karenanya, lanjut Gus Latif, Sacha Inchi ini jika diselaraskan dengan program nasional yaitu ketahanan pangan, zero stunting dan pangan sehat yang digagas dan sedang digalakkan oleh presiden Prabowo Subianto, tentulah sangat potensial.
“Apalagi dalam rangka mendukung ketahanan pangan dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat, utamannya pencegahan stunting, kandungan kaya Omega 3, 6, 9 dan protein tinggi pada Sacha Inchi ini sudah lengkap tentunya,” tambahnya.
Lebih lanjut, dari sisi aspek ekonomi, Sacha Inchi memiliki kelebihan yang cukup banyak. Diantaranya adalah Sacha Inchi memiliki nilai ekonomis yang tinggi; sangat mudah dibudidayakan, berbuah tanpa musim dan dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti minyak tak jenuh ganda yang berpotensi sebagai pengganti minyak ikan salmon dan minyak zaitun, snack, biskuit, susu, minuman sehat, Kue, beras cetak, selai, kosmetik dan ratusan produk turunan lainnya. (redaksi)
Leave a Reply