Mbah Sumber, Salah Satu Pewaris Topeng Malangan Yang Masih Gesang

Mengenal Topeng Malangan tentunya publik Malang Raya, Indonesia bahkan Internasional akan tertuju ke sosok Mbah Karimun Kedungmonggo Pakisaji. Mbah Karimun dikenal publik sebagai Maestro Penari Topeng Malang.

Semenjak penulis pindah pendampingan di Kecamatan Sumberpucung, ada banyak hal yang ingin diketahui terutama lokasi Kecamatan Sumberpucung. Dalam benak penulis penamaan sebuah lokasi (Desa, Kecamatan maupun kabupaten) tidak lepas dari keberadaan sesuatu yang dianggap keramat, bertuah atau “sing babad alas“.

Dalam sebuah acara barik-an di kampung tiba-tiba ayah mertua saya menyinggung soal Sumber Pucung. Menurut beliau yang itu didapatkan dari cerita mbah-mbahnya dulu “titenono ya le, engko wayahe jaman Sumber Pucung iku sumbere dadi lampu nangdi-ndi“.

Penyataan ini terbukti bahwa keberadaan Sumberpucung menjadi sumber penerangan listrik sebagian Jawa dan Bali melalu PLTA Karangkates.

Tapi saya tidak ingin mengungkap terkait keberadaan Sumber Pucung tetapi ingin tahu lebih dalam terkait pernyataan salah satu perangkat desa Senggreng yang menyatakan bahwa “Tari Topeng Malang itu dari sini (Senggreng)”.

Sebelum mencari lebih jauh terkait orang-orang yang disebutkan sebagai tokoh kunci yang ada di Desa Senggreng, penulis ketemu Penari Topeng yang ada di Desa Jatiguwi dan beliaunya juga perangkat desa. Ini membuat saya jadi bingung. Saya tidak ingin terjebak dalam pertanyaan “sing bener sing Endi“? Tetapi ingin bertanya, potensi ini bisa berkembang dimana? Dan apakah ada karakter berbeda dari yang dikenal publik?.

Dua pertanyaan itu tentu tidak mudah dijawab, apalagi penulis bukan sejarahwan, sosiolog, etnolog atau etnografer. Tapi bagi kami, sebagai Pendamping Desa tentu hal ini adalah potensi luar biasa untuk dikembangkan. Karena Topeng Malang menjadi ciri kesenian khas Kabupaten Malang.

Studi lanjutan sangat diperlukan untuk menelusuri ke khasan desa yang ada terkait kesenian dan kebudayaan yang berkembang masyarakat. Hal ini tentu sebagai pembelajaran bagi generasi muda di masa mendatang.

Mereka boleh gandrung budaya popular, tetapi tidak boleh lupa dengan budayanya sendiri yang Adi Luhung.

Temuan, sebagai bukti awal bahwa Topeng Malang juga berkembang pesat di Desa Senggreng dan Jatiguwi hal ini ditandai dengan adanya Sanggar Tari yang aktif sampai sekarang. Setiap Minggu ada kegiatan rutin dan banyak mahasiswa seni yang belajar kesana.

Temuan berikutnya adalah tidak sengaja penulis bertemu dengan Mbah Sumber. Beliau kebetulan datang ke balai desa memenuhi undangan Pemerintah Desa untuk menerima BLT DD.

Mbah Sumber adalah salah satu pewaris penari Topeng Malang yang masih hidup hingga sekarang. Menurut penuturan beliau, Mbah Karimun adalah rekan nyantri di padepokan Mbah Senu.

Untuk sedikit memperjelas temuan tersebut, berikut petikan wawancara penulis dengan Mbah Sumber.

https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=10222746370159402&id=1579157351

@khoirulanwar

#PendampingDesaMalang