Realisasi Program CFD, BUMDes Se Kecamatan Kepanjen Bakal Jadi Lokomotif Ekonomi Desa

Malang (Kepanjen)—Realisasi program Car Free Day (CFD) yang rencananya akan digelar di sepanjang jalan Sultan Agung (perempatan ke arah timur.red) di Kecamatan Kepanjen tak lama lagi akan di-launching.

Hal tersebut telah beberapa kali dibahas di kantor Kecamatan Kepanjen, bersama beberapa stakeholder, termasuk bersama seluruh Kepala Desa Se Kecamatan Kepanjen yang berjumlah 14 orang.

Camat Kepanjen, Rahmad Ichwanul Muslimin, pada salah satu rapat koordinasi, mengajak kepada masyarakat untuk mendukung dan bergabung dalam uji coba CFD tersebut. Rencananya, CFD itu akan digelar pada tiap hari Minggu dari pukul 6 pagi hingga pukul 10 siang.

Pak Ichwan, sapaan akrab Camat Kepanjen, setidaknya rencana program CFD di Kepanjen ini akan mendatangkan enam manfaat bagi warga.

“Manfaat pertama sebagai sarana olahraga. Kedua sebagai sarana rekreasi. Ketiga sebagai ajang berjualan bagi pelaku UMKM. Keempat sebagai sarana permainan hewan piaraan. Kelima sebagai sarana penggalangan dana sosial. Dan keenam sebagai sarana promosi perusahaan,” terangnya.

Bak gayung bersambut, masyarakat Kepanjen pun sangat antusias dan mendukung CFD di Kepanjen ini. Masyarakat berharap CFD ini mampu menjadi tempat batu sebagai sarana untuk berolahraga dan berwisata.

Tidak hanya itu saja, selain sebagai tempat olahraga dan berwisata, CFD diharapkan mampu memberikan manfaat yang luas. Diantaranya adalah untuk menggeliatkan UMKM yang ada di Kecamatan Kepanjen maupun UMKM di Kecamatan sekitar Kepanjen.

Harapan lain pun juga tersuarakan dari TPP Kecamatan Kepanjen. Choirul Siadillah, salah satu Pendamping Lokal Desa Kecamatan Kepanjen, mengungkapkan dengan adanya CFD di Kepanjen ini diharapkan mampu menjadi magnet bagi Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) untuk bangkit dan berinovasi.

BUMDesa-BUMDesa yang ada di Kecamatan Kepanjen ini, lanjutnya, bakal menjadi lokomotif ekonomi bagi desa-desanya.

“Juga bisa bisa membentuk BUMDESMA (BUMDesa Bersama.red) atau membuat table dask promosi produk unggulan dari masing-masing desa. Hal ini sangat membantu bagi desa-desa di Kepanjen ini,” jelasnya.

Sementara itu, Novika Agista Restu, salah satu perangkat Desa Panggungrejo, menyampaikan dukungan akan diadakannya CFD di Kepanjen ini. Baginya, baik bagi BUMDesa atau juga home industri di Kepanjen ini akan lebih dikenali.

“CFD akan menjadi ajang untuk saling mengenalkan produk-produk warga yang ada di Kepanjen, selain juga bisa berolahraga dan wisata,” terangnya.

Sebagai informasi, sampai saat ini perkembangan program CFD di Kepanjen dalam tahap berproses. Sebenarnya program CFD di Kepanjen sudah lama dipersiapkan. Baik oleh Pemkab Malang maupun Pemerintah di Kecamatan Kepanjen sendiri. Namun terdengar kabar dari Pemkab bahwa CFD Kepanjen ditunda pelaksanaanya. Kemungkinan uji coba CFD baru bisa dilaksanakan pada bulan Maret mendatang. (*)

Penulis: Farid Ulinnuha, Pendamping Lokal Desa Kecamatan Kepanjen